This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmiah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Februari 2015

Bahaya Tidur Dengan Lampu Menyala Bagi Kesehatan

Apakah anda memiliki kebiasaan tidur dengan lampu menyala? Atau anda sering memutar musik atau TV ketika ingin tidur? Mulai sekarang sebaiknya ubah kebiasaan anda karena ternyata ada dampak negatif dari kebiasaan diatas.
Seperti kita ketahui, tidur merupakan salah satu aktivitas dimana kita mengistirahatkan tubuh dan otak. Tidur merupakan kebutuhan alami makhluk hidup. Dengan tidur yang berkualitas, metabolisme tubuh ditata kembali. Kita juga memiliki kesempatan untuk melakukan regenerasi atau  mengganti sel-sel tubuh yang mati.
Salah satu cara untuk mendapatkan tidur berkualitas adalah dengan adalah dengan memadamkan lampu di waktu tidur normal demi mendapatkan hormon melatonin secara maksimal. Selain itu ternyata tidur dengan lampu dan tv menyala atau dengan adanya suara musik dapat memberikan efek negatif bagi kesehatan.
Sebelum masuk ke pembahasan tentang bahaya tidur dengan lampu menyala, sebelummnya kita bahas terlebih dahulu mengenai hormon melatonin.
Apa itu hormon melatonin?




Hormon Melatonin Adalah zat yang dihasilkan oleh kelenjar pineal didalam otak yang pembentukannya dipicu oleh gelap dan berfungsi mengatur bioritme atau irama tubuh dalam hal pengaturan tidur. Kadarnya paling tinggi ditemukan menjelang pagi hari sekitar jam 02.00 – 04.00 dan paling rendah di sore hari. Ini juga menjawab kenapa orang semakin bertambah usia semakin sedikit tidurnya, karena secara alamiah, produksi hormon melatonin ini juga akan mengalami penurunan, sejalan dengan pertambahan usia manusia.
Penurunan yang drastis biasanya terjadi sekitar usia 40 tahun sehingga dengan menurunnya hormon ini maka kualitas tidurpun akan menurun dan sering berefek pada kesulitan tidur. Manfaat lain melatonin adalah sebagai anti oksidan yang larut dalam lemak dan air, meningkatkan imun tubuh menimbulkan relaksasi otot dan membantu meningkatkan mood dan menghilangkan ketegangan. Jadi sebaiknya kalau tidur lampu dimatikan agar bisa memaksimalkan produksi melatonin.
Lalu bagaimana bahaya tidur dengan lampu menyala yang menyebabkan hormon melatonin terhambat? Berikut ulasannya :

bahaya tidur dengan lampu menyala
Bahaya Tidur dengan Lampu Menyala
1. Menghambat produksi hormon melatonin
Tidur Dengan Lampu Menyala ternyata menghambat produksi hormon melatonin. Hormon melatonin berperan dalam mencegah dan menghambat perkembangan sel kanker pada tubuh. Sehingga sangat dianjurkan untuk mematikan lampu saat tidur malam agar hormon melatonin tersebut dapat berproduksi lebih maksimal saat anda tertidur pulas.
2. Depresi
Bahaya tidur dengan lampu menyala berikutnya adalah dapat menimbulkan depresi. Hal ini terjadi karena menurunnya kadar melatonin seperti yg disebutkan diatas akan mempengaruhi kinerja otak. Hal ini rentan terjadi pada wanita teruatama yang memasuki masa menopause
3. Kanker
Resiko tumbuhnya sel kanker akan semakin meningkat karena menurunnya sistem kekebalan tubuh yang menurun. Pertumbuhan sel tumor dan kanker akan sulit dibendung akibat tidue dengan lampu menyala yang menyebabkan melemahnya kadar melatonin. Jenis kanker yang bisa tumbuh dalam hal ini antara lain kanker payudara pada wanita dan kanker prostat pada pria.
4. Mengakibatkan gangguan kesehatan lain
Bahaya tidur dengan lampu menyala juga dapat megakibatkan gangguan kesehatan lainnya seperti peningkatan plak di otak, tekanan darah tidak stabil, potensi osteoporosis meningkat, dan berbagai gangguan lainnya.
Memang, ada sebagian orang yang merasa tidak nyaman, atau bahkan tidak dapat tidur pada kondisi gelap. Namun jika melihat manfaat atau dampaknya, hal ini perlu diperhatikan juga. Antara lain dengan tidak tidur di bawah pencahayaan langsung (dari lampu kamar), terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Bahaya Tidur di depan TV menyala atau Sambil mendengar musik
Selain bahaya tidur dengan lampu menyala, tidur dengan tv menyala atau sambil mendengarkan musik ternyata juga memiliki pengaruh negatif bagi kesehatan.
Pada saat kita tidur sebetulnya otak tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti di saat bangun, yaitu menjalankan sistem metabolisme tubuh. Pada malam hari, seiring menurunnya aktivitas tubuh, ritme gelombang otak pun mengalami penurunan.
Namun apabila kita tidur sambil mendengarkan musik, televisi dalam keadaan hidup atau lampu ruangan sedang menyala terang, maka gelombang suara atau cahaya yang dipancarkan oleh peralatan tersebut tetap diterima oleh indera pendengaran dan penglihatan kita. Gelombang suara diterima oleh alat pendengaran di dalam telinga dan gelombang cahaya tetap dapat menembus kelopak mata dan diterima oleh retina dan lensa mata. Gelombang-gelombang tersebut akan diteruskan ke otak kita. Otak yang harusnya beristirahat akan kembali terangsang untuk bekerja dan mengolah informasi yang masuk.
Apabila hal ini berlangsung sepanjang malam, berarti kita hanya tidur menurut tubuh luar, tetapi tidak menurut otak. Otak akan terus bekerja mengolah informasi yang masuk tersebut. Jadi jangan biarkan otak Anda kelelahan karena harus tetap bekerja pada malam hari, sedangkan di siang hari otak juga akan diperas oleh kegiatan rutin kita. Oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas tidur kita dimalam hari disarankan untuk mematikan lampu, mematikan tv, tidak memutar musik, serta menjauhkan alat elektronik seperti hp, smartphone, laptop dari ranjang anda.


Dengan begini kita tahu bahwa ketika ingin tidur hendaknya lampu dimatikan, karena selain agar hemat energi adapun beberapa hal dalam kesehatan yang membuat kita sebaiknya mematikan lampu seperti halnya menghambat hormon melatonin yang sebagaimana penjelasannya sudah tertera di bacaan di atas. Tetapi jika menurut pembaca tidak demikian, penulis hanya memberikan saran dan informasi kepada pembaca. semoga bermanfaat :)

Sumber:
http://www.jagatinfo.net/bahaya-tidur-dengan-lampu-menyala-bagi-kesehatan/

Minggu, 08 Februari 2015

Bahaya Mengucek Mata



Saat mata terasa gatal, muncul niat untuk menguceknya. Dan, hampir semua orang pernah melakukannya, yang akan berakibat mata memerah dan terasa perih. Tahukah bahwa mengucek mata bisa melemahkan otot yang ada di mata?
Tidak heran jika setelah gesekan terhadap mata, mata menjadi merah dan perih. Bisa jadi hal tersebut disebabkan keasyikan mengucek mata hingga rasa gatalnya hilang. Dan, bagaimana jika tangan yang mengucek itu kotor?
Mengucek mata, yoga dengan kepala di bawah, tidur dengan wajah menempel pada bantal atau berenang merupakan berbagai aktivitas yang bisa menyebabkan penekanan mata meningkat,” ujar Professor Charles McMonnies, dari UNSW School of Optometry and Vision Science, dalam jurnal yang telah dipublikasikan berjudul Optometry and Vision Science, seperti dikutip dari Science.
Saat menyentuh mata, kelopak mata akan mengalami peningkatan tekanan. Cahaya lampu yang terlalu silau lebih sedikit memberikan tekanan dibandingkan dengan mengucek mata dengan keras yang bisa memberikan tekanan 3 sampai 5 kali lebih besar dari tekanan normal.
Mengucek Mata
Pada kasus mengucek mata, terjadi efek kombinasi menutup mata dan kekuatan mengucek mata yang bisa meningkatkan tekanan lebih tinggi lagi. Mengucek dengan keras bisa meningkatkan tekanan hingga 10 kali lebih tinggi dibanding tekanan normal!
“Tekanan yang normal akan memberikan konsekuensi yang sedikit, tapi tekanan pada mata yang kuat dalam jangka waktu yang lama dan terjadi secara berulang bisa memberikan kontribusi pada kerusakan mata seperti glaukoma, lebih cepat terkena rabun jauh, conical kornea atau bisa juga menyebabkan kebutaan,” ujar Professor Charles McMonnies.
Menghindari kontak mata dengan bantal atau masker tidur juga bisa membantu mengurangi tekanan sensitif pada mata. Saat mengucek mata juga bisa melemahkan otot levator palpebra yang berfungsi mengangkat kelopak mata, sehingga jika mengucek mata akan membuat mata terlihat lebih kecil atau seperti mata mengantuk.
Tekanan mata yang normal terjadi saat menutup mata, berkedip dan saat menarik nafas dalam tidak akan memberikan konsekuensi karena tekanan yang diberikan sangat kecil dan tidak dalam waktu yang lama.
Untuk itu sebaiknya hindarilah beberapa aktivitas seperti berikut:
  1. Tidur dengan wajah tertunduk dan kontak dengan bantal, karena dalam bantal tersebut bisa saja terdapat kutu atau debu yang bisa membuat mata iritasi.
  2. Mengucek mata, karena bisa membuat mata iritasi, kering dan membuat mata perih.
  3. Menunduk bisa meningkatkan tekanan, karena itu sebaiknya jika membaca dalam posisi duduk.
Menyeka air mata adalah kegiatan yang paling baik dengan menghapus dari ujung mata dan meminimalkan kontak dengan kelopak mata. Dan, gunakan obat tetes mata jika terasa gatal dan perih.
Hindari mengucek mata sebisa mungkin! Jika terasa gatal, gunakan tisu dan usapkan secara lembut guna menghindari kontak yang berlebihan. Langkah paling bijaksana jika mata terasa perih, periksakan ke dokter mata.

Nah, jadi bagi para sobat-sobat nih sebaiknya hindari deh kebiasaan mengucek mata karena jika kita terlampau sering maka akan berdampak buruk pada kesehatan mata kalian, seperti halnya lebih cepat mengalami rabun jauh sampai bisa mengakibatkan kebutaan lho seperti yang telah dipaparkan di atas.. Nah, ini nih yang bahaya.So, tinggalkan kucek mata dari sekarang, meskipun cuma mengucek dengan skala ringan, tapi sebaiknya jangan karena akan menyebabkan kebiasaan. Semoga Bermanfaat.. :)

Sumber: beritaunik.net